Senin, 16 Mei 2011

SOTIR KETIGA_16 MEI 2011

Kolam Bibit K1JMC, yang berisi puluhan ribu bibit ini terlihat sudah banyak yang mencapai ukuran 4/5/6, sehingga sudah menghawatirkan untuk terjadi kanibal. Jika ada 100 lele saja makan lele kecil sehari tiga ekor maka dalam sehari saja bisa diperkirakan 300 ekor bibit ini hilang.
Oleh karenanya pada hari Senin 16 Mei  2011, pagi hari beberapa teman berkumpul untuk melakukan pesortiran lagi. Sampai pukul 11 hari itu dapat dipisahkan 180 ekor ukuran 4/5/6 , dan dimasukan di kolam K2JMC siap dijual ke anggota yang memerlukan. Sementara ini yang telah siap menerima pembesaran adalah kolamnya pak Tiyono (ketua RT16), yang mempuyai kolam kecil sekitar 1.2x3 m2, yang diperkirakan dapat menerima kurang lebih 600 ekor.
Hari itu selain mensortir juga dilakukan pengurangan air kolam pembibitan yang tadinya sampai 40cm dijadikan kedalaman sekitar 20-30cn

Rabu, 11 Mei 2011

5 HARI SETELAH PEMIJAHAN KE2

Limahari setelah pemijahan kedua, telor yang menetas semakin banyak. Karena diperkirakan telah semuanya menetas, maka ijuk diangkat dan disimpan. Terlihat hasil penetasan berupa ribuan bintik2 sebesar semut kecil bergerak cepat didasar dan didinding kolam. Mulai hari keempat dikolam pemijahan ini disebarkan makanan nerupa cacing sutra sebanyak 5 kg. Diperkirakan cukup untuk seminggu. Air kolam masih terlihat jernih, agar tetap sehat pancaran air terus dihidupkan. Untuk kolam 3.5 x 6 m2 ini dipasang empat pancuran.  Hari itu dipantau temperatur air menunjukkan 29 derajat. cukup baik.

Senin, 09 Mei 2011

PERBAIKAN TERPAL KOLAM 1

Setelah dilakukan persortiran kedua yang memisahkan sekitar 170 bibit yang ukuran 3/5-4/6, maka kolam 1 JMC dikosongkan . Kolam yang pertama kali dibuat ini, setelah dievaluasi maka pemasangan terpalnya dinilai kurang memenuhi syarat, dmana terlalu banyak lipatan yang berada dalam dasar dan dinding kolam. Pada hari Minggu 8 Mei dilakukan pemasangan ulang terpal perbaikan dilakukan oleh mas Dahrin dibantu mas Doel dan mas Marno.
Setelah dibongkar, dasar kolam dirapikan. Kemudian Terpal dipasang lagi dimulai dari sisi timur. Dinding yang ada tonjolan pilar dirapikan dengan mengganjal dengan papan, kemudian kedua sudut timur nya dilipat keluar, kemudian semua tepinya dipaku dega paku gipsum. Sudut bawah dirapikan kemudian ditarik dasarnya rata kebarat, baru dibentuk dinding sebelah barat. Dengan melipat kedua sudut terpal sebelah barat, maka terbentuk kolam yang rapi semua permukaan lantai dan dindingnya.
Lubang kuras knie  Pralon 1,5", dipasang dengan lem dan diikat  dengan karet gelang. Perapian terkhir dengan mengisi air sedikit (+10 cm), kemudian menarik-narik dasar kolam sehingga semua permukaan benar-benar rapi. Maka jadilah kolam terpal siap diisi air dan digunakan.

Jumat, 06 Mei 2011

PEMIJAHAN KE2 __ 5 April 2011

Pada pemijanah pertama tanggal 2 April 2011, telah menghasilkan ribuan bibit lele.  Setelah dilakukan pensortiran pada tanggal 30 April, dihasilkan 455 bibit ukuran 4/6 langsing dijual kepada anggota. Pada satu kolam yang kosong (ukuran 3.mx6.00m) setelah di isi air 30 cm dan dipasang ijuk, maka  pada hari Kamis sore 5 Mei dilakukan pemijahan lagi dengan memasukkan kedalam kolam satu induk siap bertelur dan satu pejantan. Indukan Semalam kedua lele tersebut memijah berkejaran.
Pejantan Siap Pijah

Indukan Siap Pijah
Pada pemijahan ke 2 ini tidak menggunakan indukan yang lalu tetapi indukan baru, kali ini dicoba memijah satu indukan degan satu pejantan, dengan harapan seluruh telur dari satu induk itu terbuahi oleh pejantannya, sehingga menetasa lebih banyak..  . Pada pagi harinya indukan sudah diambil, dan dikolam nampak ribuan telor tersebar berupa bintik-bintik hitam dan putih di ijuk dan lantai kolam.
Sabtu pagi ketika tenda tutup kolam dibuka , sinar matahari masuk kekolam menyinari larva yang baru saja menetas, berupa bintik-bintik kecil yang malayang-layang diatas dasar kolam.Karena kolamnya cukup besar (4x6 m2), maka belum begitu nampak jumlahnya.Yang menetas awal ini kemungkinan telor-telor yang sudah lama berada diperut indukan. Seperti pengalaman waktu pemijahan pertama, jumlah bibit yang menetas baru terlihat setelah 3-4 hari setelah memijah.
Perlu diketahui bahwa disamping kolam pusat  JMC ini, dua anggota JMC juga sudah melakukan pemijahan dikolam masing-masing. Mas Bambang Ag sudah memijahkan tanggal sekitar tanggal 7 April yang lalu sedang  yang bersamaan  denga pemijahan ke2 JMC, dikolamnya Mas Dahrin. dari laporan yang masuk Alhamdulillah keduanya berhasil juga..Selamat...!
Masih menunggu  menyusul akanmemijahkan juga Mas Rudy, konon sekarang baru ngebut menyelesaikan pembuatankolamnya. Dari pantauan JMC, kolam pak Rudi dibuat permanen (tanpa terpal), dan direncanakan cukup matang pada sistim pembuangan dan bak kontrolnya.Sayang kemarin ada sedikit kegagalan, ketika di tes diisi air penuh, terjadi retak pada dasar kolam bagian tepi. Diperkirakan pemadatan awalnya kurang bagus, sehingga terjadi penurunan akibat beban air. Kami tunggu Mas Rudy..!

Rabu, 04 Mei 2011

STUDI BANDING KE ARGOMINO NANGGULAN _ KULON PROGO

Kolam Pemijahan

Ajangsana ke Nanggulan pada tanggal 15 Februari 2011, 

Kolam Pendederan benih
Plankton Catalist

Kolam Pembesa
ini dimaksudkan untuk lebih memantapkan niat sekelompok masyarakat Janturan yang berminat budidaya lele, karena di tempat tersebut ada seseorang yang menjadi tokoh yang berhasil dalam budaya perikanan tingkat nasiona. MAs Hardi , demikian nama tokoh ini, telah bergerak dalam budidaya ikan sejak tahun 2008. Pada awalnya budidaya ikan gurameh , namun akhir-akhir ini bergeser ke lele Sangkuriang.
Ijuk di gapit
Apresiasi yang tinggi untuk  beliau atas keberhasilannya ini juga karena gagasannya untuk menaikkan air dari saluran irigasi setinggi 25 meter dan menalurkan ke lahannya ratusan meter, sehingga lahannya yang cukup luas itu bisa digunakan untuk kolam ikan.
Perbncngan kami diawali dengan pendapatnya bahwa usaha budidaya ikan ini kuncinya ialah pada kemampuan untuk "menyetel" antara Air dan Ikan. Teknik inilah yangharus dipelajari lebih dahulu sebelum memulai budidaya ikan air tawar. Syaratnya air harus bersih, dan sehat, maka  menggunakan terpal adalah solusi paling mudah untuk kebersihan dan kesehatan air.Disamping itu harus diperhatikan temperatur dan PH air kolam.
Untuk pembesaran lele, maka air diberi garam dapur (tak ber yodium) merata 1 ons per metr kubik air. Stelah didiamkan 2 hari, ditaburkan Plankton Catalist  1 sendok makan /m3 air.PH air diusahakan seputar 7 atau antara 6.5 s/d 8. Untuk menghemat air dan menjaga kesatabilan kualitas maka perlu dibuat  resikulasi. Air yangbaik tidak berbau , tidak berwana dan tidak terasa. Untuk Lele saat ini yang terbaik ialah lele Sangkuriang. Fekuenditas Lele Sangkuriang ini mencapai 40.000 sampai 60.000 butir telor / 1 kg induk, sementara Lele jenis Dumbo umunya 20.000 s/d 30.000 butir telor / 1 kg induk.

Jika ingin berhasil  dalam budi daya ikan lele ini maka harus menguasai "teknik pemijahan" Indukan Lle sangkuriang ini dapat dibeli dengan harga Rp.300.000,- per pasang ( 1 pejantan & 2 indukan). Untuk Indukan ini memerlukan kolam terpisah ukuran 2x2 m2 dengan kedalaman 1.5 s/d 2.00 meter, bisa digunakan 5 pasang atau 5 pejantan 10 indukan. Air dalam koam indukan ini tidak boleh bening, agar tidak terjadi pemijahan dikolam ini. Setiap saat kondisi fisik harus dilihat apakan ada yang siap dipijahkan. Tanda kesiapan induk dapat dilihat pada perut yang membesar dan pada kelaminnya ada lingkaran kemerahan.
Kolam pemijahan harus bening airnya, steril dan cukup luas. Minimal 4x4 m2. atau baik kalau bisa lingkaran diameter 4-5m, bagian tengah lebih dalam +. 70 cm sedang tepi cukup 20 cm. Prlu disediakan ijuk secuupnya sebagai tempat lele induk menempelkan telornya,  Dalam 24 jam pemijahan terjadi... setelah pemijahan indukan akan lemah dan tidak banyak bergerak. saat itu segera indukan diambil dan dipindahkan kekolam imdukan.
Kolam Indukan
Setelah ditunggu 1-2 hari telur akan menetas dan menjadi arva kecil, maka untuk pakannya disediakan cacing kecil. Ketinggian air cukup 20 cm supaya larva dapat naik turun untuk ambil oksegeen. setelah 10 hari larva sudah  membesar jadi anak lele sampai ukuran 2 cm. Ketika itu air bisa ditambah sampai 40 cm.Juka lele sudah berukuran  4 sampai 7 cm, maka harus sudah dipindahkan kekolam pembesaran, sebag kalau tidak yang besar akan makan yang kecil (kanibal).
Ukuran kolampembesaran bervariasi, tergantung ketersediaan lahannya, dengan pedoman 150 ikan lele per 1m3 air. Ikan siap dipanen setelah 2 - 3 bulan dalam kolam pembesaran ini. Ketika kami nelihat kolam pembesaran, disana terdapat lebih dari 9 kolam terpal orange dengan air  kebanyakan berwarna hijau.Saat itu hanya ada satu kolam yang berwarna merah kecoklatan. Disini air terus bergejolak, ratusan lele kelihatan berdesakan dan ada yang berloncatan keatas air. Menurut penjelasan kolam ini sudah siap panen..
Dengan kolam-kolam yang ada saat ini, kelompok  AGROMINA Kulonprogo, saat ini memasok 3 ton lele untuk kota Yogyakarta.
   Di Argomino KulomProgo ini kami banyak mendapat pelajaran dengan melihat, mendengar dan merasakan semua yang ada disana. Setelah bertanya jawab secukupnya , kemudian kami berpamitan. Mobil  meluncur kembali ke kota Yogyakarta dengan membawa kami yang masih membawa banyak pertanyaan .. bagaimana kan memulai usaha ini .....

PENSORTIRAN PERDANA_JMC

Pensortiran bibit lele Perdana dikolam JMCdilakukan pada hari  Sabtu, tanggal 30 April 2011 , jam 9.00. Semua pengurus datang untuk melihat pensortiran perdana ini, meski tidak semuanya turun kekolam. Sebelumnya telah disiapkan ember penyortir bebagai ukuran. Ada empat macam ukuran dari ember berdiameter 50 cm dengan ukuran lubang untuk 2/3, 3/4, 4/6 dan 5/7. Juga disediakan ember  penampung ukuran sama tiga buah, karena kurang ditambah 4  ember lagi berukuran diameter 60cm. Karena keterbatasan kolam maka sortir yang dilakukan hanya untuk 2 ukuran.
Menjaring bibit utk disortir

Sebotol Air dicampur 10 tetes minyak goreng
Air Kolam dikurangi sampai kedalaman 15 cm supaya ikan mudah diambil dengan jaring. Setelah terjaring ikankecil-kecil itu dimasukkan dalam ember sortir yang dibawhanya telah diletakkan ember penampung yang didiisi air.  Jika ember telah penuh maka dipindah keember penampung yang lain. Demikian dilakukan disemua kolam sehingga semua lele berhasil diortir. Agar air ember tidak berbusa karena banyaknya lele, maka dituangkan 5cc air bersih yang dicampuri minyak goreng baru, perbandingan kira2 10 tetes untuk 600 ml air.
Mensortir 2/3
Kemudian setelah kolam dibersihkan.hasil sortirsn 2 ukuran lele tersebut ditempatkan di dua kolam yang ada. Lele yang ukuran besar dimasukkan kolam keil. Sedang satu kolam besar (4x6) dibiarkan kosong, direncanakan untuk digunakan memijahkan indukan lagi.
Mungkin karena belum menemukan cara yang lebih efektif untuk pensortiran ini, maka pekerjaan ini baru selesai sekitar jam 15.00, Hasil sorti kali ini berupa bibit lele ukuran 4/6,5/7 sejumlah kira2 500 ekor.

Minggu, 01 Mei 2011

PENYULUHAN DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROPINSI di JMC

Surat yang ditayangkan JMC ke Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi untuk mendapatkan penyuluhan mendapat tanggapan positip. Disepakati untuk Penyuluhan ini hari Jumat tanggal 29 April pada jam 14.oo.
Acara penyuluhan ini mengundang seluruh Anggota JMC ditambah beberapa orang dari Kelompok Pembibit Kota. Acara agak tertunda karena keterlambatan kehadiran Penyuluh karena alasan teknis.
Peserta Penyuluhan
Setelah sambutan dari Bapak Ketua JMC sebagai penyelenggara, dan bapak Ketua RW04 Janturan sebagai Tuan Rumah dan sekaligus  juga sebagai anggota JMC, maka penyuluhan disampaikan oleh dua orang petugas penyuluh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota.
Dalam penyampaiannya penyuluh pertama bapak Agus Setedjo menyapaiakan bahwa saat ini konsumsi protein masyarakat Indonesia masih sangat rendah jika dibandingkan dengan masyarakat dinegara-negara lain.Konsumsi protein masyarakat di Indonesia rata-rata masih berada dibawah 2o kg/or/tahun, semantara dinegara lai diatas 30 kg sampai 70 kg/orang/tahun. Oleh karena itu usaha budidaya perikanan masih berpeluang besar untuk dipasarkan, dalam usaha untuk mencukupi pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.
Sementara untuk kebutuhan ikan khusus  ikan lele Kota Yogyakarta ini setiap hari membutuhkan 15 ton, sementara kemapuan penyedian dari pembudidaya lele di DIY ini hanya 4 sampai 5 ton, selebihnya masih disuplay dari daerah Boyolali, Klaten dan Magelang.Oleh karenanya  Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi DIY, selalu akan memberikan dorongan kapada kelompok-kelompok masyarakat yang berminat untuk mengambangkan budidaya perikanan ini.

Penyuluh 1
Dalam penyuluhan ini dinyatakan perlunya  usaha pembibitan yang baik dan sehat, sejak dari pembenihan hingga pembesaran menjadi ikan konsumsi. Dalam Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), ditekankan perlunya memeneuhi 4 aspek :  Aspek Kesehatan,  Aspek Teknis, Aspek Managemen dan Aspek Lingkungan. Dalam aspek kesehatan yang penting diperhatikan untuk di kampung kota ialah kuaitas air kolam tidak tersemari logam berat. Supaya tida mencemari lingkungan sebaiknya digunakan PROBIOTIK, disamping itu supaya dihindari penggunaan obat antibiotik.
Dari segi keuntungan usaha maka penebaran benih untuk pembesaran disarankan 100 bibit/m3 air untuk pemula. Seiring dengan pengalaman maka dapat ditingkatkan  sampai 200 sampai 300 bibit /m3 air. Bahkan ada yang meningkatkan produktivitasnya sampai 800 bibit/ m3.
Pada Penyuluhan Sesion kedua bapak Banardi yang tinggal di Kecamatan Kretek - Bantul ini , mengaku telah puluhan tahun berkecipung dalam pebenihan ikan. Di Kretek beliau membina  Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang sebagian besar mengembangkan budidaya Lele Sangkuriang. Lele Sangkuriang sebenarnya juga lele Dumbo yang didatangkan ke Indonesia tahun 1983. Dinamakan Sngkuriang itu diambil sari Genetikanya bahwa Lele sangkuriang berasal dari hasil perkawinan Induk Lele Dumbo F2 dengan Pejantan F6. Disini dihubungkan Legenda Sangkuriang yang mengisahkan  seorang anak yang  ingin menikahi Ibunya.
Penyuluh 2

Dalam usaha pembenihan lele maka Induk an sangat perlu diperhatikan, khusu untuk makanan sebaiknya secara rutin diberi makan bekicot. Antara  Indukan dan Pejantan sebaiknya kolam dipisahkan, supaya tidak terjadi pemijahan "gelap", yang merugikan. Lele mijah pada malam hari pada air yang bening. Diperlukan sarana untuk menempelkan telur, untuk itu perlu diberi ijuk secukupnya. Sehari setelah memijah, akan nampak telur tersebar dan menempel pada ijuk, Indukan segera dipindahkan dari kolam pemijahan. Menurut penyuluh cara ini lebih aman daripada telor yang dipndahkan. 
Dua hari setelah pemijahan telur menetas dan bisa tahan sampai 4 hari karena masih membawa asupan bawaan dari telornya. Setelah itu diberi makanan cacing antar 3 liter per hari sampai 15 -17 hari. Setelah bibit berumur 17 hari sudah perlu dilakukan pensortiran  agar tidak terjadi kanibal (lele yang besar makan yang kecil).  Setelah 20 hari kemudian lele bisa diberi makan D0 / pelet halus.Sementara ini untuk dikolam JMC, mengunakan PS-P  harga perzak(5kg) 60 ribu rupiah. Pakan ini cukup bagus karena kadar proteinnya 40%.Pada kesempatan itu juga di serahkan dari Dinas 2 buah buku tentang cara pembenihan ikan.Dalam sesion tanya jawab, banyak yang menanyakan tentang kolam, pembibitan, pendederan, pembesaran dan pakan. Pada kesempatan itu dari Dinas Kelautan dan Perikanan menyerahkan 2 (dua) buku yang sangat membantu mengenai Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB)danSerifikasinya.  Penyuluhan siang itu berakhir pada jam16.00.